Ekonomi Sosialis atau Neolib?

Sebenarnya, secara konstitusional, pilihannya jelas: ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ekonomi kerakyatan, untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut sebagai sosialisme Indonesia.

Ekonomi Sosialis atau Neolib?

Sebenarnya, secara konstitusional, pilihannya jelas: ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ekonomi kerakyatan, untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut sebagai sosialisme Indonesia.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Memetik Hikmah di Masjid Hagia Sophia

Beliau mengatakan itu pada tahun 600-an Masehi (beliau lahir tahun 571 Masehi) dan Konstatinopel jatuh ke tangan kesultanan Islam pada tahun 1453 Masehi. Jadi, beliau sudah bisa melihat apa yang akan terjadi kurang-lebih 800 tahun ke depan. Allahu Akbar!

Masa Lalu Jepang dan Rektor Ekspatriat

Jepang mengisyaratkan Sekutu dapat mengambil apa pun dari Jepang, bahkan bisa dikatakan Sekutu boleh memperlakukan seperti apa pun bangsa Jepang. Hanya ada satu hal yang Jepang inginkan dari sang pemenang perang: pemerintah Jepang tetap menguasai penuh bidang pendidikan tanpa ada campur tangan pihak asing.

Kisah Penjual Kue Simping

Dulu untuk anak-anak ada juga tukang gulali, kudapan dari gula yang dibuat seperti rambut dan sampai kini pun masih ada. Yang mengesankan, tukangnya sambil menjajakan dagangnya bermain biola, meski biolanya abal-abal dan suaranya juga enggak genah.

Indonesia Masih Membutuhkan Megawati

Ternyata, sikap Megawati itu punya konsekuensi serius. Sejak saat itu mulailah direkayasa suatu opini untuk “membusukkan” Megawati.

Nefos dan Indonesia Hari Ini

Dari pengalamannya sejak tahun 1920-an, Soekarno memahami, untuk melawan penjajah mutlak diperlukan adanya persatuan.