Regenerasi Total di PDI Perjuangan

Banyak orang bilang kalau Ibu Megawati lengser PDI Perjuangan akan bubar. Menurut saya itu pemikiran yang sangat naif. PDIP tidak serapuh itu. Jangankan sekarang,...

Terkini

lihat semua

Soal Amandenden Konstitusi Presiden hanya Boleh Dua Kali

Pembatasan masa jabatan presiden hanya dua kali memang bagus, tapi yang paling penting adalah rakyat yang memilih. Hanya dua kali kalau pemilunya busuk ya sama saja, tak ada gunanya.

Generasi Milenial dan Politik

Politik? Apakah mereka memikirkan politik? Kurang yakin saya. Kalau menanyakan kepada mereka tentang sosialisme, atau apa negara kita menjadi kapitalis, sosialis, federal, mereka tidak peduli. Yang penting bisa hidup dengan senang.

Jokowi Tiga Kali

Jokowi Tiga Kali

Dalam hal ini, apakah itu melanggar undang-undang? Lha negara yang disebut raja demokrasi saja, Amerika Serikat, Presiden Rosevelt bisa menjabat 3 kali karena keadaan saat itu sedang krisis akibat perang dunia kedua.

Jangan Takut Resesi

Jangan Takut Resesi

Kalau kita lihat pada tahun 1997-1998, Indonesia juga terpuruk karena krisis ekonomi, dan kalangan konglomerasi terpukul parah. Tapi di kalangan menengah ke bawah, tetap saja hidup.

Terpopuler

lihat semua

Ahok Dikalahkan Dirinya Sendiri

Posisi Ahok semakin dipersulit oleh pendukung-pendukung independen-nya, buzzer–buzzer-nya di media sosial Internet, yang gemar sekali menggunakan kata-kata sarkas.

Suka-Duka Pengalaman Hidup

Kecepatan bukan segala-galanya. Namun, kesejahteraan dan keadilan menjadi suatu pertimbangan yang tidak dapat dinafikan.

Ekonomi Indonesia di Bawah Presiden Jokowi

Apa pun hasilnya, saya ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, kebijakan yang Anda ambil sudah benar. Belum pernah ada gebrakan pembangunan infrastruktur yang seperti sekarang ini. Jadi, jangan pedulikan hujatan dari lawan politik Anda.

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

Ketika akhirnya PNI berfusi ke dalam PDI, saya kehilangan semangat dalam berpolitik. Setelah lulus kuliah, saya berkiprah sebagai profesional karena tak ada lagi PNI.

Rekomendasi

lihat semua

Regenerasi Total di PDI Perjuangan

Banyak orang bilang kalau Ibu Megawati lengser PDI Perjuangan akan bubar. Menurut saya itu pemikiran yang sangat naif. PDIP tidak serapuh itu. Jangankan sekarang,...

Soal Amandenden Konstitusi Presiden hanya Boleh Dua Kali

Pembatasan masa jabatan presiden hanya dua kali memang bagus, tapi yang paling penting adalah rakyat yang memilih. Hanya dua kali kalau pemilunya busuk ya sama saja, tak ada gunanya.

Generasi Milenial dan Politik

Politik? Apakah mereka memikirkan politik? Kurang yakin saya. Kalau menanyakan kepada mereka tentang sosialisme, atau apa negara kita menjadi kapitalis, sosialis, federal, mereka tidak peduli. Yang penting bisa hidup dengan senang.

Jokowi Tiga Kali

Jokowi Tiga Kali

Dalam hal ini, apakah itu melanggar undang-undang? Lha negara yang disebut raja demokrasi saja, Amerika Serikat, Presiden Rosevelt bisa menjabat 3 kali karena keadaan saat itu sedang krisis akibat perang dunia kedua.

Soal Amandenden Konstitusi Presiden hanya Boleh Dua Kali

Pembatasan masa jabatan presiden hanya dua kali memang bagus, tapi yang paling penting adalah rakyat yang memilih. Hanya dua kali kalau pemilunya busuk ya sama saja, tak ada gunanya.

Generasi Milenial dan Politik

Politik? Apakah mereka memikirkan politik? Kurang yakin saya. Kalau menanyakan kepada mereka tentang sosialisme, atau apa negara kita menjadi kapitalis, sosialis, federal, mereka tidak peduli. Yang penting bisa hidup dengan senang.

Jokowi Tiga Kali

4 tahun ago

Jokowi Tiga Kali

Dalam hal ini, apakah itu melanggar undang-undang? Lha negara yang disebut raja demokrasi saja, Amerika Serikat, Presiden Rosevelt bisa menjabat 3 kali karena keadaan saat itu sedang krisis akibat perang dunia kedua.

Jangan Takut Resesi

Kalau kita lihat pada tahun 1997-1998, Indonesia juga terpuruk karena krisis ekonomi, dan kalangan konglomerasi terpukul parah. Tapi di kalangan menengah ke bawah, tetap saja hidup.

Tuntaskan Masalah Beras

Mereka menyatakan tetap setia kepada PDI Perjuangan. Tapi, mereka juga bertanya-tanya, di bawah pemerintahan yang dipimpin kader PDI Perjuangan kok hidup malah terasa berat.

Ekonomi Sosialis atau Neolib?

Sebenarnya, secara konstitusional, pilihannya jelas: ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ekonomi kerakyatan, untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut sebagai sosialisme Indonesia.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Memetik Hikmah di Masjid Hagia Sophia

Beliau mengatakan itu pada tahun 600-an Masehi (beliau lahir tahun 571 Masehi) dan Konstatinopel jatuh ke tangan kesultanan Islam pada tahun 1453 Masehi. Jadi, beliau sudah bisa melihat apa yang akan terjadi kurang-lebih 800 tahun ke depan. Allahu Akbar!

Ahok Dikalahkan Dirinya Sendiri

Posisi Ahok semakin dipersulit oleh pendukung-pendukung independen-nya, buzzer–buzzer-nya di media sosial Internet, yang gemar sekali menggunakan kata-kata sarkas.

Suka-Duka Pengalaman Hidup

Kecepatan bukan segala-galanya. Namun, kesejahteraan dan keadilan menjadi suatu pertimbangan yang tidak dapat dinafikan.

Ekonomi Indonesia di Bawah Presiden Jokowi

Apa pun hasilnya, saya ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, kebijakan yang Anda ambil sudah benar. Belum pernah ada gebrakan pembangunan infrastruktur yang seperti sekarang ini. Jadi, jangan pedulikan hujatan dari lawan politik Anda.

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

Ketika akhirnya PNI berfusi ke dalam PDI, saya kehilangan semangat dalam berpolitik. Setelah lulus kuliah, saya berkiprah sebagai profesional karena tak ada lagi PNI.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Kritik Terbuka untuk Kaum Anti-parpol

Pada saat pemerintahan terbentuk, mereka dengan kemampuan intelektualnya berhasil menjadi anggota kabinet atau menempati posisi-posisi penting lainnya.

Nefos dan Indonesia Hari Ini

Dari pengalamannya sejak tahun 1920-an, Soekarno memahami, untuk melawan penjajah mutlak diperlukan adanya persatuan.

Kisah Penjual Kue Simping

Dulu untuk anak-anak ada juga tukang gulali, kudapan dari gula yang dibuat seperti rambut dan sampai kini pun masih ada. Yang mengesankan, tukangnya sambil menjajakan dagangnya bermain biola, meski biolanya abal-abal dan suaranya juga enggak genah.

Masa Lalu Jepang dan Rektor Ekspatriat

Jepang mengisyaratkan Sekutu dapat mengambil apa pun dari Jepang, bahkan bisa dikatakan Sekutu boleh memperlakukan seperti apa pun bangsa Jepang. Hanya ada satu hal yang Jepang inginkan dari sang pemenang perang: pemerintah Jepang tetap menguasai penuh bidang pendidikan tanpa ada campur tangan pihak asing.

Regenerasi Total di PDI Perjuangan

Banyak orang bilang kalau Ibu Megawati lengser PDI Perjuangan akan bubar. Menurut saya itu pemikiran yang sangat naif. PDIP tidak serapuh itu. Jangankan sekarang, di alam demokrasi yang semua bebas berbicara seperti sekarang, bahkan di saat pemerintahan Orde Baru dulu di mana Ketua DPP dipersiapkan dan disodorkan rezim Orde Baru, memang pada awalnya menimbulkan perpecahan luar biasa di internal partai, namun ketika diperlukan, terutama di masa-masa pemilihan umum (Pemilu) semua menjadi solid lagi.Bahkan pimpinan yang idosorkan Orde Baru itu turut balik badan menyerang Orde Baru. Ini menandakan bahwa ikutan ideologis kita cukup kuat dan bukan sekadar ikatan personal dan materi. Apalagi di masa sekarang, ketika para pimpinan PDI Perjuangan adalah pilihan sendiri, bukan sodoran pemerintah Orde Baru, pasti PDI Perjuangan mau menerima siapapun pemimpin baru yang menggantikan Ibu Mega.Tapi memang sebaiknya partai tidak langsung ditinggalkan. Ibu Mega bisa menjadi pimpinan senior dulu atau semacam ketua dewan pembina atau penyantun; yang ikut membimbing dan mengayomi DPP-nya.Tapi apapun itu PDI Perjuangan pasti bisa.Mungkin saat-saat awal bisa saja terjadi faksi-faksi dan berbagai macam isu, tapi saat menghadapi lawan atau saat Pemilu, PDIP pasti akan solid lagi.Sejarah menunjukkan terjadi perpecahan di awal, misal lahirnya Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) di bawah Laksamana Sukardi.Sejarah menunjukkan partai-partai baru sempalan itu toh akhirnya macet. Karena Megawati? Ya mungkin ada unsur itu. Tapi lepas karena Bu Mega atau tidak, yang paling tepat karena tak ada ikatan ideologi pada partai-partai sempalan itu. Hanyalah PDI Perjuangan satu-satunya partai yang mewarisi ideologi dan ajaran Soekarno. Ideologi orisinal seperti itu hanya ada di Partai Nasional Indonesia (PNI)/Front Marhaenis dan PDI Perjuangan. Yang lain dianggap tidak orisinal oleh rakyat.Sebagaimana ada Indomie lalu muncul merek lain misalnya Salamie atau apapun. Orang tetap saja memilih Indomie karena dianggap orisinal. Yang lain tetap laku, tapi Indomie tetap leading.Bu Mega memang bagian paling penting dalam PDI Perjuangn, tapi bukan berarti kalau Beliau pergi PDI Perjuangan akan mati. Ada kader PDIP memang bersikap naif soal ini.Kita berhitung saja pada Pemilu 2024 nanti Bu Mega akan berusia 77 tahun, makin sepuh dan makin terbatas kemampuan fisiknya. Pasti akan muncul pemimpin baru, suka atau tidak suka. Yang tidak suka mungkin akan frustasi berat dan akhirnya terpental. Riak-riak politik seperti ini pasti akan terjadi, tapi saya yakin PDI Perjuangan tetap akan solid.Bu Mega sendiri sudah berbicara pada 2024 nanti akan ada regenerasi total di PDIP.Semoga saja pemimpin pengganti Megawati itu terpilih secara demokratis dan mempunyai kemampuan leadership yang mumpuni.Siapa pemimpin pengganti itu? Siapa saja boleh siapa saja bisa, tapi trah Soekarno memang mempunyai nilai tambah daripada yang lain.Namun kita lihat saja pengalaman Partai Kongres di India. Suatu saat dipimpin oleh bukan keturunan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru tetap solid. Dan saat ini cucu Gandhi, Rahul Gandhi memimpin partai itu kembali, dan tetap solid walau sekarang menjadi oposisi di India.Kembali ke PDI Perjuangan, siapa dari Trah Soekarno yang mempunyai bakat memimpin? Pasti ada. Kalaupun mereka tidak memimpin atau tidak sampai memimpin, partai toh tetap akan solid.

Soal Amandenden Konstitusi Presiden hanya Boleh Dua Kali

Pembatasan masa jabatan presiden hanya dua kali memang bagus, tapi yang paling penting adalah rakyat yang memilih. Hanya dua kali kalau pemilunya busuk ya sama saja, tak ada gunanya.

Generasi Milenial dan Politik

Politik? Apakah mereka memikirkan politik? Kurang yakin saya. Kalau menanyakan kepada mereka tentang sosialisme, atau apa negara kita menjadi kapitalis, sosialis, federal, mereka tidak peduli. Yang penting bisa hidup dengan senang.

Jokowi Tiga Kali

4 tahun ago

Jokowi Tiga Kali

Dalam hal ini, apakah itu melanggar undang-undang? Lha negara yang disebut raja demokrasi saja, Amerika Serikat, Presiden Rosevelt bisa menjabat 3 kali karena keadaan saat itu sedang krisis akibat perang dunia kedua.

Jangan Takut Resesi

Kalau kita lihat pada tahun 1997-1998, Indonesia juga terpuruk karena krisis ekonomi, dan kalangan konglomerasi terpukul parah. Tapi di kalangan menengah ke bawah, tetap saja hidup.

Tuntaskan Masalah Beras

Mereka menyatakan tetap setia kepada PDI Perjuangan. Tapi, mereka juga bertanya-tanya, di bawah pemerintahan yang dipimpin kader PDI Perjuangan kok hidup malah terasa berat.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Memetik Hikmah di Masjid Hagia Sophia

Beliau mengatakan itu pada tahun 600-an Masehi (beliau lahir tahun 571 Masehi) dan Konstatinopel jatuh ke tangan kesultanan Islam pada tahun 1453 Masehi. Jadi, beliau sudah bisa melihat apa yang akan terjadi kurang-lebih 800 tahun ke depan. Allahu Akbar!