Tuntaskan Masalah Beras

Mereka menyatakan tetap setia kepada PDI Perjuangan. Tapi, mereka juga bertanya-tanya, di bawah pemerintahan yang dipimpin kader PDI Perjuangan kok hidup malah terasa berat.

Terkini

lihat semua

Ekonomi Sosialis atau Neolib?

Sebenarnya, secara konstitusional, pilihannya jelas: ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ekonomi kerakyatan, untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut sebagai sosialisme Indonesia.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Terpopuler

lihat semua

Ahok Dikalahkan Dirinya Sendiri

Posisi Ahok semakin dipersulit oleh pendukung-pendukung independen-nya, buzzer–buzzer-nya di media sosial Internet, yang gemar sekali menggunakan kata-kata sarkas.

Ekonomi Indonesia di Bawah Presiden Jokowi

Apa pun hasilnya, saya ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, kebijakan yang Anda ambil sudah benar. Belum pernah ada gebrakan pembangunan infrastruktur yang seperti sekarang ini. Jadi, jangan pedulikan hujatan dari lawan politik Anda.

Suka-Duka Pengalaman Hidup

Kecepatan bukan segala-galanya. Namun, kesejahteraan dan keadilan menjadi suatu pertimbangan yang tidak dapat dinafikan.

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

Ketika akhirnya PNI berfusi ke dalam PDI, saya kehilangan semangat dalam berpolitik. Setelah lulus kuliah, saya berkiprah sebagai profesional karena tak ada lagi PNI.

Rekomendasi

lihat semua

Tuntaskan Masalah Beras

Mereka menyatakan tetap setia kepada PDI Perjuangan. Tapi, mereka juga bertanya-tanya, di bawah pemerintahan yang dipimpin kader PDI Perjuangan kok hidup malah terasa berat.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Ekonomi Sosialis atau Neolib?

Sebenarnya, secara konstitusional, pilihannya jelas: ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, ekonomi kerakyatan, untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan, masyarakat adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut sebagai sosialisme Indonesia.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Memetik Hikmah di Masjid Hagia Sophia

Beliau mengatakan itu pada tahun 600-an Masehi (beliau lahir tahun 571 Masehi) dan Konstatinopel jatuh ke tangan kesultanan Islam pada tahun 1453 Masehi. Jadi, beliau sudah bisa melihat apa yang akan terjadi kurang-lebih 800 tahun ke depan. Allahu Akbar!

Tak Pernah Ada Negara Komunis

Namun, satu hal yang mengejutkan saya: mereka tetap tidak suka Barat. Bahkan, mereka merasa bersaing. Juga terhadap Jepang dan Cina, mereka masih merasa jauh. Dua bangsa yang mereka cintai dan mau berbuat banyak untuk kedua bangsa itu adalah bangsa Vietnam dan… bangsa Indonesia!

Ekonomi Indonesia di Bawah Presiden Jokowi

Apa pun hasilnya, saya ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, kebijakan yang Anda ambil sudah benar. Belum pernah ada gebrakan pembangunan infrastruktur yang seperti sekarang ini. Jadi, jangan pedulikan hujatan dari lawan politik Anda.

Tiongkok dan Salut untuk Jokowi

Bina terus hubungan dengan Tiongkok, dengan Rusia, dengan Vietnam,  dengan Iran, tanpa perlu merasa takut, sebagaimana dulu dilakukan Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi, Presiden Pertama Republik Indonesia.

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

Ketika akhirnya PNI berfusi ke dalam PDI, saya kehilangan semangat dalam berpolitik. Setelah lulus kuliah, saya berkiprah sebagai profesional karena tak ada lagi PNI.

Masa Lalu Jepang dan Rektor Ekspatriat

Jepang mengisyaratkan Sekutu dapat mengambil apa pun dari Jepang, bahkan bisa dikatakan Sekutu boleh memperlakukan seperti apa pun bangsa Jepang. Hanya ada satu hal yang Jepang inginkan dari sang pemenang perang: pemerintah Jepang tetap menguasai penuh bidang pendidikan tanpa ada campur tangan pihak asing.

Ahok Dikalahkan Dirinya Sendiri

Posisi Ahok semakin dipersulit oleh pendukung-pendukung independen-nya, buzzer–buzzer-nya di media sosial Internet, yang gemar sekali menggunakan kata-kata sarkas.

Ekonomi Indonesia di Bawah Presiden Jokowi

Apa pun hasilnya, saya ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, kebijakan yang Anda ambil sudah benar. Belum pernah ada gebrakan pembangunan infrastruktur yang seperti sekarang ini. Jadi, jangan pedulikan hujatan dari lawan politik Anda.

Suka-Duka Pengalaman Hidup

Kecepatan bukan segala-galanya. Namun, kesejahteraan dan keadilan menjadi suatu pertimbangan yang tidak dapat dinafikan.

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

Ketika akhirnya PNI berfusi ke dalam PDI, saya kehilangan semangat dalam berpolitik. Setelah lulus kuliah, saya berkiprah sebagai profesional karena tak ada lagi PNI.

Kritik Terbuka untuk Kaum Anti-parpol

Pada saat pemerintahan terbentuk, mereka dengan kemampuan intelektualnya berhasil menjadi anggota kabinet atau menempati posisi-posisi penting lainnya.

Kisah Penjual Kue Simping

Dulu untuk anak-anak ada juga tukang gulali, kudapan dari gula yang dibuat seperti rambut dan sampai kini pun masih ada. Yang mengesankan, tukangnya sambil menjajakan dagangnya bermain biola, meski biolanya abal-abal dan suaranya juga enggak genah.

Masa Lalu Jepang dan Rektor Ekspatriat

Jepang mengisyaratkan Sekutu dapat mengambil apa pun dari Jepang, bahkan bisa dikatakan Sekutu boleh memperlakukan seperti apa pun bangsa Jepang. Hanya ada satu hal yang Jepang inginkan dari sang pemenang perang: pemerintah Jepang tetap menguasai penuh bidang pendidikan tanpa ada campur tangan pihak asing.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Nefos dan Indonesia Hari Ini

Dari pengalamannya sejak tahun 1920-an, Soekarno memahami, untuk melawan penjajah mutlak diperlukan adanya persatuan.

Indonesia Masih Membutuhkan Megawati

Ternyata, sikap Megawati itu punya konsekuensi serius. Sejak saat itu mulailah direkayasa suatu opini untuk “membusukkan” Megawati.

Tuntaskan Masalah Beras

Mereka menyatakan tetap setia kepada PDI Perjuangan. Tapi, mereka juga bertanya-tanya, di bawah pemerintahan yang dipimpin kader PDI Perjuangan kok hidup malah terasa berat.

Kisah Lukisan dari Moskow

Sebetulnya, mestinya sekarang dia sudah punya uang, karena dia sekarang adalah seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo. Masa menteri enggak bisa menebus lukisan dari saya? Saya percaya, kalau dia membaca tulisan ini mungkin pasti langsung ia tebus lukisan itu.

September 52 Tahun yang Lalu

Kita harus waspada bahwa hari-hari ini ada peran asing ikut bermain, untuk mengungkit-ungkit kembali masa kelam kita sebagai bangsa. Kalau sasaran tahun 1965 dulu adalah Presiden Soekarno, yang menjadi sasaran pada tahun 2017 adalah Presiden Jokowi.

1965-1998: Lintasan Kenangan

Kemudian ada program Dwifungsi ABRI. Kita mengetahui, pada masa rezim Soeharto, mulai dari lurah, camat, bupati/walikota, gubernur, irjen, dirjen, sekjen, sampai menteri didominasi oleh ABRI.

Memetik Hikmah di Masjid Hagia Sophia

Beliau mengatakan itu pada tahun 600-an Masehi (beliau lahir tahun 571 Masehi) dan Konstatinopel jatuh ke tangan kesultanan Islam pada tahun 1453 Masehi. Jadi, beliau sudah bisa melihat apa yang akan terjadi kurang-lebih 800 tahun ke depan. Allahu Akbar!

Tak Pernah Ada Negara Komunis

Namun, satu hal yang mengejutkan saya: mereka tetap tidak suka Barat. Bahkan, mereka merasa bersaing. Juga terhadap Jepang dan Cina, mereka masih merasa jauh. Dua bangsa yang mereka cintai dan mau berbuat banyak untuk kedua bangsa itu adalah bangsa Vietnam dan… bangsa Indonesia!

Ekonomi Indonesia di Bawah Presiden Jokowi

Apa pun hasilnya, saya ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, kebijakan yang Anda ambil sudah benar. Belum pernah ada gebrakan pembangunan infrastruktur yang seperti sekarang ini. Jadi, jangan pedulikan hujatan dari lawan politik Anda.

Tiongkok dan Salut untuk Jokowi

Bina terus hubungan dengan Tiongkok, dengan Rusia, dengan Vietnam,  dengan Iran, tanpa perlu merasa takut, sebagaimana dulu dilakukan Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi, Presiden Pertama Republik Indonesia.

PNI 90 Tahun, Quo Vadis?

Ketika akhirnya PNI berfusi ke dalam PDI, saya kehilangan semangat dalam berpolitik. Setelah lulus kuliah, saya berkiprah sebagai profesional karena tak ada lagi PNI.

Masa Lalu Jepang dan Rektor Ekspatriat

Jepang mengisyaratkan Sekutu dapat mengambil apa pun dari Jepang, bahkan bisa dikatakan Sekutu boleh memperlakukan seperti apa pun bangsa Jepang. Hanya ada satu hal yang Jepang inginkan dari sang pemenang perang: pemerintah Jepang tetap menguasai penuh bidang pendidikan tanpa ada campur tangan pihak asing.